Tugas 2 Hukum Industri (Softskill)

Makalah Hak Atas Kekayaan Intelektual

 (Kasus Pelanggaran Hak Paten)

Disusun Oleh

Nama      :       Carolus Spinola Agni Eko Putranto 

 NPM       :       32409884

Kelas       :       4ID03

 

Abstraksi

Carolus Spinola Agni Eko Putranto / 32409884

Makalah Hak Atas Kekayaan Intelektual : Kasus Pelanggaran Hak Paten

Tugas Mata Kuliah Hukum Industri, Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma, 2013

Kata Kunci : Hak Atas Kekayaan Intelektual, Hak Paten, Teknologi Wi-fi

 

Hak paten memberikan perlindungan bagi para penemu bahwa penemuan mereka tidak dapat digunakan, didistribusikan, dijual, dihasilkan secara komersial, diimpor, dieksploitasi, dll tanpa persetujuan dari pemilik sekarang. Saat ini banyak sekali kasus tentang pelanggaran hak paten.

Pelanggaran hak paten akan banyak menimbulkan banyak masalah. Selain itu, hal ini dapat menimbulkan persaingan yang tidak sehat, yaitu saling mencari kesalahan atas produk yang sudah dibuat maupun produk baru, bahkan masalah ini dapat dijadikan salah satu alasan untuk dapat menjatuhkan perusahaan yang satu dengan yang lain. Salah satu contoh kasus yang pernah terjadi yaitu antara perusahaan Apple dan Motorola. Kasus ini diawali dengan penuntutan Motorola terhadap Apple yang telang melanggar hak paten Motorola atas teknologi Wi-fi yang telah mereka patenkan.

Pengadilan Mannheim Regional menilai dan memutuskan bahwa Apple telah melanggar dua paten Motorola yang dokumen kasusnya didaftarkan ke pengadilan pada April 2003 lalu. Salah satu paten tersebut berkaitan dengan teknologi GSM, UMTS dan 3G. Ditemukannya dua paten Motorola di produk Apple membuat pengadilan memutuskan setiap produk Apple yang menggunakan dua paten itu dilarang diperjual-belikan di wilayah Jerman. Selain itu Motorola Mobility juga berhak mendapatkan ganti rugi materi yang harus dibayar Apple sebagai dampak gugatan tersebut

 

I.  Pendahuluan

Dunia perindustrian terus menghasilkan produk-produk yang selalu disertai inovasi-inovasi terbaru. Setiap inovasi tersebut akan selalu dilindungi oleh hak paten setelah penemu mendaftarkan inovasinya ke organisasi yang mengurusi hak paten. Jika ada produsen yang menggunakan produk yang telah dipatenkan produsen lain maka produsen tersebut dapat dituntut atas pelanggaran hak paten.

Hak paten menawarkan perlindungan bagi para penemu bahwa penemuan mereka tidak dapat digunakan, didistribusikan, dijual, dihasilkan secara komersial, diimpor, dieksploitasi tanpa persetujuan dari pemilik sekarang. Saat ini banyak sekali kasus tentang pelanggaran hak paten.

Pelanggaran hak paten akan banyak menimbulkan banyak masalah. Selain itu, hal ini dapat menimbulkan persaingan yang tidak sehat, yaitu saling mencari kesalahan atas produk yang sudah dibuat maupun produk baru, bahkan masalah ini dapat dijadikan salah satu alasan untuk dapat menjatuhkan perusahaan yang satu dengan yang lain. Salah satu contoh kasus yang pernah terjadi yaitu antara perusahaan Apple dan Motorola. Kasus ini diawali dengan penuntutan Motorola terhadap Apple yang telang melanggar hak paten Motorola atas teknologi Wi-fi yang telah mereka patenkan.

 

II.  Tinjauan Pustaka

Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 menyebutkan bahwa pengertian hak paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi selama waktu tertentu. Seorang inventor dapat melaksanakan sendiri invensinya atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

Syarat mendapatkan hak paten ada tiga yaitu penemuan tersebut merupakan penemuan baru, penemuan tersebut diproduksi dalam skala massal atau industrial, dan penemuan tersebut merupakan penemuan yang tidak terduga sebelumnya (non-obvious)

Pengertian hak paten telah diatur dalam Undang Undang No 14 Tahun 2001 tentang paten. Dalam undang-undang ini diatur mengenai syarat paten, jangka waktu berlakunya paten, hak dan kewajiban inventor sebagai penemu invensi, tata cara permohonan hak paten, pegumuman dan pemeriksaan substansif. Objek hak paten ialah temuan (invention) yang secara praktis dapat dipergunakan dalam bidang perindustrian. Itulah sebabnya Hak Paten termasuk dalam jenis hak milik perindustrian, yang membedakannya dengan Hak Cipta. Penemuan yang dapat diberikan hak paten hanyalah penemuan baru di bidang teknologi. Penemuan yang dimaksud bisa berupa teknologi yang ada dalam produk tertentu maupun cara yang dipakai dalam proses menghasilkan produk tertentu sehingga hak paten bisa diberikan pada produk maupun teknologi proses produksi.

Hak paten menawarkan perlindungan bagi para penemu bahwa penemuan mereka tidak dapat digunakan, didistribusikan, dijual, dihasilkan secara komersial, diimpor, dieksploitasi tanpa persetujuan dari pemilik sekarang. Pemiliki paten memegang hak khusus untuk mengawasi cara pemanfaatan paten penemuan mereka untuk jangka waktu 20 tahun. Untuk menegakan hak, pengadilan yang bertindak untuk menghentikan suatu pelanggaran hak paten. Jika ada pihak ketiga, yang berhasil membuktikan ketidaksahihan suatu paten, pengadilan dapat memutuskan bahwa paten yang diterima adalah tidak sah.

Hak khusus pemegang paten untuk melaksanakan temuannya secara perusahaan atas patennya baik secara sendiri maupun dengan memberikan persetujuan atau ijin atau lisensi kepada orang lain, yaitu: membuat, menjual, menyewakan, menyerahkan, memakai, menyediakan, untuk dijual atau disewakan atau diserahkan hasil produksi yang diberi paten. Hak ini bersifat eksklusif, dalam arti hak yang hanya bisa dijalankan oleh orang yang memegang hak paten, orang lain dilarang melaksanakannya tanpa persetujuan pemegang paten. Untuk menegakan hak, pengadilan yang bertindak untuk menghentikan suatu pelanggaran hak paten. Jika ada pihak ketiga, yang berhasil membuktikan ketidaksahihan suatu paten, pengadilan dapat memutuskan bahwa paten yang diterima adalah tidak sah. Selain itu, pemegang hak yang sah memiliki hak menggugat. Hak menggunakan proses produksi yang diberi paten untuk membuat barang dan tindakan lainnya sebagaimana dimaksud di atas.

 

III.  Kasus Pelanggaran Hak Paten

Kasus berikut ini merupakan salah satu contoh kasus pelanggaran hak paten yang pernah terjadi antara perusahaan Apple dengan Motorola yang telah diakuisisi oleh Google. Kabar menyebutkan gugatan Motorola atas iPhone 4S dan iCloud. Memang bukan Google yang secara langsung menggugat Apple, tetapi dengan telah dibelinya Motorola Mobility oleh Google pada Agustus 2011 lalu merupakan fakta bahwa Motorola adalah milik Google, sementara Google juga adalah pemilik Android yang telah lama diperangi Apple melalui berbagai gugatan hak paten. Tanggal 15 Agustus 2011 Google resmi mengambil alih Motorola Mobility. Kesepakatan pembelian Moto’s mobile device arm itu bernilai $ 12,5 miliar atau lebih dari Rp 100 triliun.

Google sekarang jadi pabrikan telepon terbesar dunia yang berarti akan ada perbaikan device Motorola Android di masa mendatang. Sesuatu yang akan makin melambungkan reputasi Google di biang portfolio hak paten. Akuisisi itu, menurut Google, akan mempertajam persaingan di bisnis mobile. Google mencaplok Motorola Mobility senilai $ 40 per saham dan dibayar tunai yang berarti Google telah membeli 63% perusahaan tersebut.

Gugatan tersebut dilayangkan Motorola terhadap Apple terkait iPhone terbaru yang disebut telah melanggar 6 paten milik Motorola. Semua paten tersebut dikatakan berhubungan dengan mobile technology. Bukan itu saja, Motorola juga menggugat layanan iCloud milik Apple meski belum dijelaskan secara rinci pada publik bagian mana yang melanggar paten milik Motorola.

Dalam putusan yang ditetapkan oleh Hakim ITC, Thomas Pender, kesalahan Apple terletak pada pelanggaran untuk hak paten dari teknologi Wi-Fi dari Motorola Mobility. Motorola sebenarnya mengklaim bahwa 4 buah hak paten mereka yang terkait dengan teknologi wireless 3G telah dilanggar oleh Apple, namun ITC menyatakan bahwa Apple terbukti bersalah untuk salah satu hak paten saja. Putusan tersebut memang masih merupakan putusan awal dan masih harus disetujui oleh 6 anggota komisi ITC, namun jelas merupakan sebuah pukulan telak bagi Apple mengingat sebelumnya (bulan Januari 2011) ITC juga telah memutuskan bahwa smartphone DROID dari Motorola sama sekali tidak melanggar 3 buah hak paten milik Apple. Motorola jelas menyambut gembira putusan tersebut, sedangkan Apple segera berencana untuk mengajukan banding karena mereka merasa bahwa hak paten untuk teknologi Wi-Fi tersebut merupakan sebuah teknologi standar dalam industri smartphone, dan pengadilan di Jerman memutuskan bahwa Apple tidak melanggar hak paten tersebut, Apple pun yakin bahwa mereka akan mampu mendapatkan putusan serupa setelah mengajukan banding di pengadilan ITC

Diinformasikan di FOSS Patent blog bahwa Motorola Mobility memenangkan kasus paten melawan Apple yang persidangannya berlangsung di pengadilan Jerman. Pengadilan Mannheim Regional menilai dan memutuskan bahwa Apple telah melanggar dua paten Motorola yang dokumen kasusnya didaftarkan ke pengadilan pada April 2003 lalu. Salah satu paten tersebut berkaitan dengan teknologi GSM, UMTS dan 3G. Ditemukannya dua paten Motorola di produk Apple membuat pengadilan memutuskan setiap produk Apple yang menggunakan dua paten itu dilarang diperjual-belikan di wilayah Jerman. Selain itu Motorola Mobility juga berhak mendapatkan ganti rugi materi yang harus dibayar Apple sebagai dampak gugatan tersebut.

Meskipun FOSS Patent tidak menyebutkan produk Apple mana yang telah melanggar paten milik Motorola namun kemenangan Motorola Mobility atas Apple ini juga dinilai sebagai kemenangan besar bagi Android platform. Itu tak lepas dari kepemilikan Motorola Mobility yang telah beralih ke tangan Google.

Keputusan yang sama juga sempat dikeluarkan oleh International Trade Commission (ITC) menyatakan bahwa iPhone dan iPad dinyatakan melanggar hak paten salah satu teknologi dari Motorola Mobility yang banyak digunakan di dalam berbagai perangkat Android

 

IV.  Kesimpulan

Hak paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi selama waktu tertentu. Hak paten memberikan perlindungan bagi para penemu bahwa penemuan mereka tidak dapat digunakan, didistribusikan, dijual, dihasilkan secara komersial, diimpor, dieksploitasi tanpa persetujuan dari pemilik sekarang. Dalam kasus di atas, pihak Motorola menggunakan hak paten atas teknologi Wi-fi yang mereka miliki karena pihak Apple telah mengadopsi teknologi tersebut kedalam produk mereka tanpa seijin Motorola sebagai pemilik teknologi tersebut. Akhirnya, pengadilan memutuskan bahwa Apple melanggar hak paten milik Motorola. Konsekuensinya, pihak Apple memperjual-belikan produk yang menggunakan teknologi tersebut di Jerman serta pihak Motorola juga berhak mendapatkan ganti rugi materi yang harus dibayar Apple sebagai dampak gugatan tersebut.

V.   Daftar Pustaka

http://www.hakpaten.net/hak-paten-pengertian-hak-paten/

http://apple.gopego.com/2012/04/apple-dinyatakan-melanggar-hak-paten-teknologi-wi-fi-dari-motorola

Tugas 1 Hukum Industri (Softskill)

Makalah Hak Atas Kekayaan Intelektual

 (Kasus Pelanggaran Pembuatan Merek)

Disusun Oleh

Nama      :       Carolus Spinola Agni Eko Putranto 

 NPM       :       32409884

Kelas       :       4ID03

 

Abstraksi

Carolus Spinola Agni Eko Putranto / 32409884

Makalah Hak Atas Kekayaan Intelektual : Kasus Pelanggaran Pembuatan Merek

Tugas Mata Kuliah Hukum Industri, Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma, 2013

Kata Kunci : Hak Atas Kekayaan Intelektual, Merek,  iPad

Pembuatan merek yang sama dengan produk sejenis yang telah terkenal dipasaran akan sangat menguntungkan perusahaan yang baru tersebut, dan dipastikan akan merugikan perusahaan yang ditiru mereknya. Pencegahan terhadap hal tersebut telah dilakukan berbagai pihak dengan wujud dibuatnya peraturan-peraturan hukum mengenai hak atas kekayaan intelektual dalam hal pembuatan merek.

Banyak kasus yang pelanggaran hak atas merek yang telah terjadi di dunia perindustrian. Kasus antara perusahaan Apple dan perusahaan Proview  Technology merupakan salah satu contoh kasus yang pernah terjadi. Mereka memperkarakan mengenai merek produk yang mereka hasilkan yaitu iPad. Perusahaan Proview Technology merasa dirugikan atas pemasaran produk perusahaan Apple yang diberi iPad di China meskipun pada akhirnya masalah ini berhasil diselesaikan secara damai diluar pengadilan dengan kesepakatan pembayaran uang kompensasi US$60 juta (Rp563 miliar) oleh Apple kepada perusahaan China bernama Proview yang sebelumnya telah menggunakan nama ‘iPad‘.

I.  Pendahuluan

Dalam dunia perindustrian, konsumen merupakan salah satu faktor yang penting. Banyak hal yang dilakukan oleh para pengusaha untuk membuat produk yang mereka hasilkan menjadi produk yang laku di masyarakat. Hal-hal yang dilakukan oleh para pengusaha sangat beragam, mulai dari hal-hal yang legal seperti inovasi produk sampai yang ilegal seperti pembuatan merek yang sama dengan produk sejenis yang telah terkenal dipasaran.

Hal ini akan sangat menguntungkan perusahaan yang baru tersebut, dan dipastikan akan merugikan perusahaan yang ditiru mereknya. Pencegahan terhadap hal tersebut telah dilakukan berbagai pihak dengan wujud dibuatnya peraturan-peraturan hukum mengenai hak atas kekayaan intelektual dalam hal pembuatan merek.

Banyak kasus yang pelanggaran hak atas merek yang telah terjadi di dunia perindustrian. Kasus antara perusahaan Apple dan perusahaan Proview  Technology merupakan salah satu contoh kasus yang pernah terjadi. Mereka memperkarakan mengenai merek produk yang mereka hasilkan yaitu iPad. Perusahaan Proview Technology merasa dirugikan atas pemasaran produk perusahaan Apple yang diberi iPad di China.

II. Tinjauan Pustaka

Berdasarkan pasal 1 ayat (1) UU No. 15 tahun 2001 tercantum pengertian dari merek yang berbunyi: “Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa”. Kasus-kasus terkait pelanggaran atas pembuatan merek yang banyak terjadi membuat banyak peraturan yang dibuat, berlaku secara nasional maupun secara internasional yang telah disepakati oleh negara-negara yang turut merumuskannya.

Berikut ini beberapa contoh peraturan yang berlaku secara nasional terkait pembuatan merek:

UU nomor 15  Pasal 91

Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan Merek yang sama pada pokoknya dengan Merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangkan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah).

UU nomor 15  Pasal 92

1) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan tanda yang sama pada keseluruhan dengan indikasi-geografis milik pihak lain untuk barang yang sama atau sejenis dengan barang yang terdaftar, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

2) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan tanda yang pada pokoknya dengan indikasi-geografis milik pihak lain untuk barang yang sama atau sejenis dengan barang yang terdaftar, dipidanadengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah).

3) Terhadap pencatuman asal sebenarnya pada barang yang merupakan hasil pelanggaran ataupun pencantuman kata yang menunjukkan bahwa baranng tersebut merupakan tiruan dari barang yang terdaftar dan dilindungi berdasarkan indikasi-geografis, diberlakukan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2).

c.    UU nomor 15  Pasal 93

Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan tanda yang dilindungi berdasarkan indikasi-asal pada barang atau jasa sehingga dapat memperdaya atau menyesatkan masyarakat mengenai asal barang atau asal jasa tersebut, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah)

d.Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. M.01-HC.01.01 Tahun 1987 tentang Penolakan Permohonan Pendaftaran Merek yang mempunyai Persamaan dengan Merek Terkenal Orang lain.

Selain hukum yang berlaku secara nasional, ada juga organisasi yang dibentuk untuk mengatasi hal ini secara internasional yaitu WTO (World Trade Organization) dan indonesia juga telah bergabung kedalam organisasi ini. Indonesia telah membuat kesepakatan internasional bahwa pada tanggal 1 Januari 2000 Indonesia sudah harus menerapkan semua perjanjian-perjanjian yang ada dalam kerangka TRIPs (Trade Related Aspects of Intellectual Property Right, Inculding Trade in Counterfeit Good) dan penerapan semua ketentuan-ketentuan yang ada dalam TRIPs tersebut adalah merupakan konsekuensi Negara Indonesia  sebagai anggota dari WTO (Word Trade Organization).

III.  Kasus Pelanggaran Hak Atas Kekayaan Intelektual

Kasus ini berawal dari kesepakatan penggunaan merek dagang iPad milik Proview  Technology dan Apple dianggap melanggar kesepakatan dalam kontrak penjualan. Proview menggugat Apple yang dianggap meniru merek “iPad” yang digunakan, sehingga penjualan iPad terhambat di Cina. Perusahaan teknologi di China, Proview  Technology mulai mengajukan gugatan terhadap merek iPad oleh Apple di Amerika Serikat. Proview  menggugat Apple yang dianggap meniru merek “iPad” yang digunakan. Proview  Technology yang berpusat di Shenzhen adalah perusahaan Taiwan dan mendaftarkan hak cipta atas iPad di sejumlah negara termasuk di Cina sekitar tahun 2000, jauh sebelum Apple menjual produknya ke pasar. Proview Technology pada masa puncaknya mengembangkan sebuah komputer meja yang diberi nama iPad. Beberapa ribu komputer produksi mereka sempat terjual sebelum produksi dihentikan walau namanya tetap bertahan.

Apple menyatakan telah membeli hak cipta atas nama tersebut di seluruh dunia beberapa tahun lalu, namun Proview  mengklaim sebagai pemegang sah hak cipta merek iPad di Cina. Apple mengatakan sudah membeli merk dagang iPad pada tahun 2009, namun Proview  berpendapat kesepakatan yang dimaksud tidak mencakup Cina. Apple juga menyebut Proview tidak menghargai kesepakatan yang telah mereka buat. Apple juga mengklaim pengadilan Hong Kong sependapat dengan Apple. Penjualan komputer tablet iPad terancam terganggu karena sengketa hak cipta terkait penggunaan nama iPad di Cina. Perusahaan Proview  Technology mengatakan pihaknya memiliki hak cipta atas nama itu di Cina dan bukan Apple. Pengadilan di Shenzhen sempat mengambil keputusan yang berpihak pada Proview .

Gugatan diajukan Proview  ke Santa Clara County. Ini merupakan wilayah yang didiami sejumlah perusahaan Silicon Valley, termasuk Apple yang berlokasi di Cupertino. Sejumlah pengamat mengatakan gugatan yang diajukan di AS akan berbeda hasilnya dengan di China. Apple dianggap akan memiliki keuntungan ketika gugatan diajukan di tanah airnya. Tapi tetap saja gugatan ini diprediksi akan merugikan Apple. China memang pasar yang sangat berpotensi bagi Apple. Menurut laporan lembaga riset IDC, iPad memimpin pasar tablet di China dengan pangsa pasar 76 persen.

Kondisi berbeda dialami Proview . Beban utang menyebabkan Proview  harus mencari rencana penyelamatan sebelum pertengahan 2012, atau mereka akan dicoret dari bursa saham di Hong Kong. Dalam keadaan seperti ini, Apple lebih diuntungkan dalam upaya mencapai kesepakatan karena tekanan yang dihadapi Proview  dan potensi pencoretan itu.

Apple mengajukan banding atas keputusan tersebut sementara Proview  berupaya untuk menghentikan penjualan iPad di Cina. Bagaimanapun penasehat Proview  Technology, Xie Xianghui, mengatakan bahwa penyelesaian di luar pengadilan tetap terbuka. “Mungkin akan ada perundingan di masa depan,” kata Xie Xianghui tanpa menyebutkan jumlah yang diharapkan Proview  lewat perundingan tersebut. Seperti dikutip dari BBC, Apple sepakat membayar uang kompensasi US$60 juta (Rp563 miliar) kepada perusahaan China bernama Proview yang sebelumnya telah menggunakan nama ‘iPad‘. Pengadilan di Guangdong, China, meminta kepada kedua perusahaan mencari penyelesaian damai. “Penyelesaian kasus iPad ini harus diakhiri,” ungkap pengadilan Guangdong High People. Pihak Proview  menyatakan, meski uang kompensasinya tidak sesuai harapan mereka, namun akhirnya mereka setuju. “Hal ini diterima kedua belah pihak,” ujar Xie Xianghui, pengacara dari pihak Proview. Akhirnya permasalahan ini berakhir damai diluar jalur pengadilan sehingga tidak ada satupun dari kedua belah pihak yang bersengketa mendapat sanksi hukum.

IV. Kesimpulan

Kasus di atas menunjukan pentingnya sebuah merek dalam suatu produk. Sekecil apapun daerah pemasaran produk tersebut akan memberikan dampak negatif jika terjadi peniruan merek oleh perusahaan yang baru memasarkan dengan produk sejenis di daerah yang sama. Kasus ini sudah dapat ditangani dengan jalan damai diluar pengadilan. Tetapi masih banyak kasus lain yang tidak berakhir dengan damai dan justru menimbulkan masalah baru yaitu diterimanya sanksi hukum oleh salah satu pihak seperti larangan memperdagangkan kembali produk tersebut di daerah tertentu.

V.   Daftar Pustaka

http://www.cisadane-code.org/2012/05/kasus-tentang-pelanggaran-hak-merk.html

http://teknologi.inilah.com/read/detail/1878194/apple-selesaikan-kasus-nama-ipad-di-china

Tugas 2 kewirausahaan softskill

Berikut ini sedikit ulasan mengenai salah satu band di Indonesia yang telah ikut mewarnai industri musik Indonesia, band ini bukan band sembarangan. Band yang dimaksud adalah Platinoem Band. Platinoem Band berformasikan 5 mahasiswa yang berprestasi di bidang akademisi yang mendapatkan beasiswa penuh dari salah satu Universitas Swasta terkemuka yang menyandang peringkat 5 secara nasional di Indonesia, sungguh hal yang sangat unik dan keberuntungan yang sangat luar biasa bagi para personil Platinoem yang tak hanya beasiswa yang diraih, ternyata juga mendapatkan dukungan penuh dari kampusnya dalam hal bermusik hingga mewujudkan mimpi kebanyakkan para musisi untuk melahirkan sebuah karya album, dengan judul yang sama dengan nama kelompok musiknya yaitu Platinoem. Grup band ini sempat menduduki beberapa chart musik di radio maupun televisi. Band ini juga telah menghasilkan album dan 3 videoklip. Video klip yang dibuat juga bukan video klip yang dikerjakan sembarangan, artis yang diperankan sebagai model pun artis terkenal. hal-hal tersebut menunjukan dengan jelas bahwa band ini didirikan dan dikembangkan dengan baik. Saya mendapat tugas kuliah untuk menganalisis band ini untuk menjadi masukan agar band ini dapat menjadi band yang lebih bagus lagi. Sebelumnya maaf, saya hanya mengerjakan tugas kuliah. Menurut saya band ini sudah bagus, mungkin untuk lebih baik lagi band ini menyanyikan lagu yang memiliki jenis musik musik yang sama sebagai ciri khas. Selain itu band ini juga memberikan ciri khas dalam setiap penampilan sehingga band ini mudah untuk di ingat dan diketahui oleh pendengar dan penggemarnya karena untuk permulaan diperlukan ciri khas sebagai identitas agar mudah  diingat.

Tugas Kewirausahaan Softskill 1

Wirausaha istilahnya berasal dari bahasa perancis yaitu entrepreneur. Kewirausahaan sering dikenal dengan sebutan entrepreneurship. Kewirausahaan adalah sikap mental dan jiwa yang selalu aktif, kreatif, berdaya, bercipta, berkarsa dan bersahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya atau kiprahnya, dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bemilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain.

Wirausahawan menurut Joseph Schumpeter (1934) adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Tiga jenis perilaku wirausahawan yaitu wirausahawan yang memiliki kreatifitas tinggi, wirausahawan yang memiliki perilaku inovatif tinggi, dan wirausahawan yang menerima resiko dan kegagalan.

Karakteristik Wirausahawan Menurut McClelland :

1. Keinginan untuk berprestasi

2. Keinginan untuk bertanggung jawab

3. Preferensi kepada resiko-resiko menengah
Karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi. Di bawah ini hal-hal yang bisa memberikan potensi bagi kewirausahaan:

• Kemampuan inovatif

• Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)

• Keinginan untuk berprestasi

• Kemampuan perencanaan realistis

• Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan

• Obyektivitas

• Tanggung jawab pribadi

• Kemampuan beradaptasi

• Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator

3 kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut McClelland yaitu kebutuhan untuk berprestasi (n Ach ) contoh : pemberian “reward” dari perusahaankepada pekerja berprestasi untuk membangkitkan kebutuhan berprestasi dari pekerja yang lain , kebutuhan berafiliasi ( n Afill ) atau kebutuhan bersahabat dengan rekan kerja di lingkungan kerja, contoh: seorang pekerja yang membangun hubungan persahabatan yang baik dengan sesama pekerja ataupun atasannya sehingga menimbulkan suasana kerja yang nyaman  dan kebutuhan untuk berkuasa (n Pow ) contoh : seorang pimpinan yang memimpin anak buahnya tanpa dengan paksaan tetapi anak buahnya sudah paham dan mengikuti keinginan dari pemimpinnya itu.

Sumber-sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru.

  1. Konsumen

kita bisa mendapatkan ide usaha baru dari konsumen, yaitu dengan mencoba memenuhi kebutuhan mereka yang mungkin          belum terpenuhi oleh produk atau jasa yang telah ada.

  1. Perusahaan yang sudah ada

kita bisa melakukan pengamatan terhadap usaha-usaha yang kira-kira bisa diterima oleh pasar dan melakukan modifikasi atas usaha tersebut sehingga punya keunggulan yang lebih.

  1. Saluran distribusi

kita juga bisa mendapatkan ide usaha/produk baru dari saluran distribusi karena merekalah yang langsung berhubungan dengan konsumen sehingga biasanya lebih paham tentang keinginan konsumen.

4.   Pemerintah

ide usaha bisa di dapat dari berbagai macam peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

  1. Penelitian dan pengembangan

ide usaha baru seringkali didapat dari hasil penelitian dan pengembangan yang berhasil menemukan produk baru.

Unsur dasar analisa pulang pokok :

a. Biaya tetap

b. Biaya variabel

c. Biaya total

d. Pendapatan total

e. Keuntungan

f. Kerugian

g. Titik pulang pokok

Franchising adalah cara bisnis, dimana perusahaan franchise (pemilik hak guna paten) memberi hak istimewa kepada franchisee (perusahaan pengguna hak guna paten), untuk menggunakan nama, logo, produk, prosedur operasi, dsb,  dan menyesuaikan diri dgn prosedur operasi standar dengan imbalan pembayaran royalti kepada perusahaan franchise (pemilik hak guna paten)

Jenis-jenis hak guna paten (franchise)

1. Franchise untuk mendistribusikan hasil produksi

2. Franchise yang menawarkan nama, citra, metode menjalankan usaha, dll

3. Franchise yang menawarkan jasa seperti agen pribadi, konsultasi pajak dan real estate
Pemasaran langsung yaitu aktifitas total dengan mana penjual mempengaruhi transfer barang dan jasa pada pembeli, mengarahkan usahanya pada pemerhati dengan menggunakan satu media atau lebih untuk tujuan mengumpulkan tanggapan melalui telepon, pos atau kunjungan dari calon pelanggan. Teknik alternatif pemasaran langsung terdiri dari:

1. Periklanan terklasifikasi

2. Periklanan display

3. Kiriman pos langsung

4. Katalog penjualan

5. Pemasaran tanggapan langsung media

Bentuk kepemilikan perusahaan :

a. Pemilikan tunggal / perseorangan : (firma)

Dimiliki dan dijalankan oleh 1 orang, pemilik tidak perlu membagi laba

b. Kongsi

Ada perjanjian tertulis, dimiliki 2 orang atau lebih, umur perusahaan terbatas, pemilikan bersama atas harta, ikut serta dalam manajemen dan pembagian laba

c. Perusahaan Perseroaan

Perusahaan dengan badan hukum, kewajiban pemilik saham terbatas pada jumlah saham yang dimiliki, pemilikan dapat berpindah tangan, dan eksitensi relatif lebih stabil

Alternatif penyelesaian kepailitan yaitu, likuidasi, reorganisasi, dan rescheduling.

Sumber :

http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-kewirausahaan-menurut-ahli/

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/30392/3/Chapter%20II.pdf

Sumber: http://repository.binus.ac.id/content/J0374/J037431982.ppt

https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:BFpggtHoshAJ:ashur.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/27036/kewirausahaan%2Bsebelum%2BUTS.ppt+tiga+kebutuhan+dasar+yang+mempengaruhi+pencapaian+tujuan+ekonomi+menurut+Mc+Clelland&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEEShXUqBrQ25e9ZkZvIszOQcA_5fnde-uJNL8ESHsh72u1uowPADfvJr6njO94ckA31Y2dtrEz3oa1QkIPY5X0m1SEIro1tMVFv7xpRwLIvNwCl1UJ05KE2mb9ggEzks4fCYpTT6b&sig=AHIEtbTY6stJ6U2sFZxFHmM8GbrpDC6W2A

Tugas Etika Profesi Softskill 4

Tugas 4 Etika Profesi Softskill -> ini link format Pdf-nya

Tugas Etika Profesi Softskill 4

Carolus Spinola Agni Eko Putranto

32409884

3ID03

Dosen : Bpk. Sudaryanto, IR, MSC.
1. Salah satu syarat untuk menjadi profesional adalah memiliki kompetensi dalam bidangnya. Sehubungan dengan hal tersebut, sebutkan kompetensi utama yang harus dimiliki oleh sarjana Teknik Industri !

Kompetensi utama yang harus dimiliki oleh seorang  sarjana teknik industri untuk menjadi profesional adalah memiliki kompetensi dalam bidangnya  yaitu harus mampu mengidentifikasikan dan memecahkan masalah-masalah perancangan maupun perbaikan dari komponen sistem yang terintegrasi yang terdiri dari manusia, material, informasi, peralatan dan energi secara kreatif. Seorang sarjana teknik industri  harus memilki wawasan yang luas sehingga dapat memahami dampak dari hal-hal yang dilakukannya terhadap lingkungan dan juga memahami dan melaksanakan tanggung jawab dan etika profesi.

Sumber: : http://industri.ums.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=58:kompetensi-lulusan-teknik-industri&catid=36:frontpage

2. Dilemma moral merupakan hal yang sering ditemui dalam menjalankan profesi keteknikan. Jelaskan cara penyelesaian dilema moral menurut faham utilitarianisme! Berikan contoh kasus !

Jika dilihat dari pengertiannya, dilema moral adalah suatu situasi ketika seseorang / kelompok dihadapkan pada suatu situasi untuk memilih pilihan untuk membuat suatu keputusan moral. Keputusan manapun yang diambil pasti memiliki resiko moral dan seseorang ini dipaksa untuk mengambil pilihan untuk membuat suatu keputusan dan  paham Utilitarianisme adalah paham yang menekankan prinsip kegunaan dalam menilai suatu tindakan sebagai prinsip moral yang paling dasar, tindakan yang dimaksud berguna adalah tindakan yang memberikan manfaat kepada pihak-pihak yang terlibat sehingga keputusan yang dibuat berdasarkan paham ini tidak akan merugikan pihak lain. Maka dapat diketahui bahwa penyelesaian dilema moral menurut paham utilitarianisme adalah melakukan pemilihan keputusan dengan cara memilih pilihan dengan resiko terkecil yang nantinya akan berakibat kepada pihak-pihak yang terlibat sebagai bahan pertimbangan utamanya. Contoh kasusnya,

Sumber :

http://pendidikanmoral.um.edu.my/uploads/rujukan/real%20life%20dilema.pdf

http://ms.wikipedia.org/wiki/Utilitarianisme

3. Jelaskan minimal 5 kasus yang terkait dengan pelanggaran etika profesi dalam bidang keteknikan termasuk jenis pelanggaran etika yang terjadi!

a. Kasus Ford Pinto : kasus ini merupakan kasus pelanggaran etika yang populer karena dalam kasus ini perusahaan mobil Ford membuat mobil tanpa mempertimbangkan keselamatan konsumennya. Perusahaan ini tetap menjalankan produksi tanpa melakukan perubahan pada desain sistem bahan bakarnya meskipun telah diketahui kesalahan yang terjadi dan solusinya karena pertimbangan akan biaya yang harus dikeluarkan. Pernyataan dari pimpinan Ford saat itu  (“tidak menjual keselamatan”)  juga menguatkan bukti bahwa perusahaan mobil Ford telah melakukan pelanggaran etika profesi. Pelanggaran yang dilakukan yaitu karena ingin mengurangi pengeluaran maka Ford rela mengorbankan keselamatan konsumennya.

b. Kasus Ford Explorer : kasus ini kembali mengangkat nama perusahaan Ford dalam hal pelanggaran etika profesi, Ford tidak mau disalahkan atas banyak kecelakaan yang menimpa produk barunya Ford Explorer dan justru menyalahkan pabrik ban yang selama ini telah bekerja sama dalam waktu yang cukup lama dan akhirnya hubungan kerjasama yang telah lama terjalin berakhir begitu saja.

c. Kasus Challenger (pesawat milik NASA) : peluncuran tetap dilakukan meskipun keadaan tidak memungkinkan dilakukan peluncuran dan berpotensi membahayakan peluncuran pesawat ini hanya karena takut mendapatkan sanksi karena penundaan yang dilakukan, padahal penundaan yang dilakukan karena keadaan yang tidak memungkinkan dilakukan peluncuran, bukan dari pesawat yang sesungguhnya telah siap diluncurkan.

d. Dalam proses pengecoran jalan, kualitas dari bahan cor diturunkan dari seharusnya akaibatnya jalan menjadi cepat rusak dan akan membahayakan pengguna jalan yang melintasinya. Penurunan kualitas ini dilakukan untuk menambah nilai keuntungan yang diterima oleh kontraktor. Kontraktor ingin meningkatkan keuntungan tanpa memperhatikan resiko yang akan dihadapi pengguna jalan.

e. Kasus Bhopal : kasus ini terjadi di India, perusahaan menurunkan kualitas bahan tempat reaktor kimia yang akhirnya berakibat kebocoran dan menimbulkan banyak korban. Hal ini terjadi karena ingin melakukan penghematan biaya  yang dilakukan tanpa memperhatikan keselamatan pekerjanya

4. Jelaskan yang dimaksud dengan “toxic colonialism” dan hubungannya dengan etika lingkungan. Berikan contoh kasus!

Toxic colonialism maksudnya adalah masuknya racun ke dalam lingkungan tempat hidup manusia akibat dari limbah kegiatan manusia itu sendiri yang tidak dikelola dengan baik. Akhirnya manusia itu sendiri yang merasakan akibatnya, yaitu lingkungan(air, tanah, udara) tempat hidup manusia menjadi tercemar . Pencemaran yang dilakukan merupakan contoh nyata ketika orang bertindak dengan tidak memperhatikan apa dampak yang akan diterima lingkungan sekitarnya atau dengan kata lain, orang tersebut telah melakukan pelanggaran terhadap etika lingkungan.  Contohnya, Banyak pabrik di Indonesia yang tidak mengelola limbahnya dengan baik, hanya dibuang begitu saja ke sungai. Hasilnya sungai menjadi tercemar. Dahulu orang bisa memanfaatkan air sungai , setelah ada tindakan manusia yang tidak peduli terhadap lingkungan maka air sungai tidak bisa digunakan lagi seperti dahulu.
5. Jelaskan tentang keterkaitan antara Risiko dan kemajuan teknologi! Berikan contoh nyata! Bagaimana cara mengurangi risiko yang mungkin terjadi?
Setiap kemajuan teknologi akan menimbulkan resiko akibat dari penggunaan teknologi baru tersebut. Contoh nyata, dahulu polusi akibat alat transportasi di dunia sangat minim, dapat dikatakan hampir tidak ada. Setiap orang berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya masih menggunakan sepeda, perahu layar, berjalan kaki. Tetapi seiiring kemajuan teknologi dan perkembangan jaman maka ditemukan mesin-mesin sebagai alat bantu yang mempermudah dan mempercepat seseorang untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat lain, akibatnya emisi gas buangnya mencemari udara. Kemajuan teknologi berupa mesin yang menguntungkan manusia karena mempermudah dan mempercepat seseorang untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat lain menimbulkan resiko berupa polusi yang mengakibatkan udara menjadi tidak bersih dan tidak sehat lagi untuk hidup manusia. Cara mengurangi risiko yang mungkin terjadi adalah dengan menggunakan kemajuan teknologi yang ada secara tidak berlebihan. Sebagai contoh mengurangi risiko yang mungkin terjadi dalam kasus di atas adalah dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.
6. Jelaskan peranan Insinyur terkait dengan kerusakan dan pelestarian lingkungan hidup! Berikan masing –masing contoh nyata

Salah satu kompetensi utama seorang sarjana teknik industri harus memilki wawasan yang luas sehingga dapat memahami dampak dari hal-hal yang dilakukannya terhadap lingkungan dan juga memahami dan melaksanakan tanggung jawab dan etika profesi, dari hal tersebut sudah dapat dilihat bahwa seorang insinyur memiliki peranan untuk mencegah kerusakan dan ikut melestarikan lingkungan hidup. Setiap tindakan, baik berupa pengembangan dari teknologi yang sudah ada maupun penemuan teknologi yang baru harus tetap memperhatikan dampak yang akan diterima oleh lingkungan sekitarnya. Contohnya, para ahli teknik sedang gencar untuk mengembangkan teknologi mesin yang mendukung untuk menjaga lingkungan yaitu dengan teknologi mesin hybrid, mesin ini mengurangi penggunaan bahan bakar yang dialihkan ke tenaga listrik, hal ini berarti mengurangi polusi maka akan mendukung pelestarian lingkungan dengan mengurangi racun hasil sisa pembakaran yang tadinya harus dikeluarkan dengan penggunaan tenaga listrik.

Sumber: : http://industri.ums.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=58:kompetensi-lulusan-teknik-industri&catid=36:frontpage

Tugas Etika Profesi 2 (softskill)

Tugas 2 Etika Profesi, 22 Maret 2011

1. Jelaskan perbedaan pokok antara moral dengan etika, berikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari!
Jawab :
Menurut pengertiannya, moral berarti kebiasaan atau cara hidup dan etika berarti nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat atau suatu organisasi untuk mengatur kebiasaan atau cara hidup kelompok tersebut. Melalui pengertian di atas dapat terlihat perbedaan pokok dari dua kata tersebut yaitu, moral merupakan cara atau kebiasaan hidup suatu seseorang/kelompok dan etika merupakan nilai-nilai yang membantu seseorang/kelompok tersebut untuk membedakan cara atau kebiasaan hidup yang baik dan yang buruk serta menuntun untuk melakukan kebiasaan hidup yang baik.
Contoh nyatanya yaitu ketika seorang murid melakukan kegiatan mencontek, hal ini menunjukan bahwa tingkat moral dari murid tersebut kurang baik. Kemudian dengan adanya etika, murid tersebut dituntun untuk memperbaiki kebiasaan hidupnya dengan menghilangkan kebiasaan mencontek, karena mencontek itu tidak baik.
Sumber : http://tendik.kemdiknas.go.id/id/download/doc_download/50-etika-organisasi-pemerintaha (http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=perbedaan+etika+dan+moral&source=web&cd=26&ved=0CEYQFjAFOBQ&url=http%3A%2F%2Ftendik.kemdiknas.go.id%2Fid%2Fdownload%2Fdoc_download%2F50-etika-organisasi-pemerintaha&ei=1uZ5T9CTFYLUrQfA-OnADQ&usg=AFQjCNEV0oAgXxG6uDfzvtK-AeFHqnJMlg&cad=rja)

2. Jelaskan perbedaan pokok antara paham kantianisme dan utilitariansime! Berikan contoh masing-masing! Paham mana yang lebih banyak dianut oleh para profesional/Insinyur di bidang keteknikan? Mengapa?
Jawab:
Kantianisme merupakan paham yang menganggap benar atau tidaknya suatu tindakan bukan berdasarkan konsekuensi dari tindakan tersebut, melainkan berdasarkan akal dan pikiran mereka sendiri walaupun itu berkonsekuensi merugikan orang lain. Contoh : seseorang yang akan ujian musik, ditengah malam saat orang-orang terlelap untuk istirahat, ia berlatih dengan alat musiknya. Menurut akal dan pikirannya ia menganggap hal ini benar karena ia mempersiapkan diri sebelum ujian, tetapi ia tidak memikirkan akibatnya yaitu mengganggu orang lain disekitarnya. Sedangkan paham Utilitarianisme adalah paham yang menekankan prinsip kegunaan dalam menilai suatu tindakan sebagai prinsip moral yang paling dasar, tindakan yang dimaksud berguna adalah tindakan yang memberikan manfaat kepada pihak-pihak yang terlibat sehingga keputusan yang dibuat berdasarkan paham ini tidak akan merugikan pihak lain. Contoh : Seorang ilmuwan yang bekerja dengan giat untuk mengatasi kelaparan, ia bersama rekan-rekannya berusaha membuat bahan pangan alternatif. Hasilnya orang-orang yang kelaparan disekitarnya bisa kembali makan, dan kelaparan pun teratasi.
Paham yang banyak dianut oleh para profesional dibidang keteknikan adalah paham utilitarianisme, karena dengan paham ini pihak-pihak yang terlibat akan diuntungkan oleh manfaat yang dihasilkan dari setiap tindakan yang didasarkan paham ini.
Sumber :
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://medical-dictionary.thefreedictionary.com/Kantian%2Btheory
http://ms.wikipedia.org/wiki/Utilitarianisme

3. Jelaskan yang dimaksud dengan dilemma moral, beri contoh dalam kejadian
dalam kehidupan sehari-hari!

Jawab:
Dilema moral adalah suatu situasi ketika seseorang / kelompok dihadapkan pada suatu situasi untuk memilih pilihan untuk membuat suatu keputusan moral. Keputusan manapun yang diambil pasti memiliki resiko moral dan seseorangini dipaksa untuk mengambil pilihan untuk membuat suatu keputusan. Contohnya : ketika ada seseorang yang tidak memiliki uang ingin melunasi hutangnya karena telah diancam pemilik uangnya, dan ia melihat sebuah telepon genggam yang tertinggal di meja kantornya. Di saat inilah ia menghadapi sebuah dilema, yaitu ketika ia harus mengambil keputusan untuk menjual telepon genggam miliki kawannya yang tertinggal (yang berarti mencuri) atau ia mengembalikannya kepada kawannya (yang berarti ia harus menghadapi ancaman pemilik uang).
Sumber : http://pendidikanmoral.um.edu.my/uploads/rujukan/real%20life%20dilema.pdf

4. Salah satu syarat untuk menjadi profesional adalah dimilikinya kompetensi dalam bidangnya. Sehubungan dengan hal tersebut jelaskan kompetensi utama dan kompetensi penunjang yang harus dimiliki oleh Sarjana Teknik Industri Indonesia!
Jawab :
Kompetensi utama yang harus dimiliki oleh Sarjana Teknik Industri Indonesia yaitu seorang teknik industri Indonesia harus mampu mengidentifikasikan dan memecahkan masalah-masalah perancangan maupun perbaikan dari komponen sistem yang terintegrasi yang terdiri dari manusia, material, informasi, peralatan dan energi secara kreatif. Selain itu juga harus mampu mempunyai wawasan luas sehingga dapat memahami dampaknya terhadap lingkungan, juga memahami dan melaksanakan tanggung jawab dan etika profesi.
Kompetensi penunjang yang harus dimiliki yaitu kemampuan bersosialisasi, berkomunikasi, serta bekerja sama secara efektif dalam menyelesaikan suatu permasalahan maupun dalam hidup sehari-hari
Sumber : http://industri.ums.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=58:kompetensi-lulusan-teknik-industri&catid=36:frontpage

Nama : Carolus Spinola Agni Eko Putranto
NPM : 32409884
Kelas : 3ID03
Mata Kuliah : ETIKA PROFESI Softskill

Tugas 1 Etika Profesi (softskill)

Nama : Carolus Spinola Agni Eko Putranto

NPM  :  32409884

Kelas  : 3ID03

Mata kuliah : Etika Profesi (soft skill)

 

1. Jelaskan pengertian dan cakupan etika profesi!

Arti dari etika sendiri yaitu batasan yang akan mengatur pergaulan manusia di kelompok sosialnya (profesi). Profesi sendiri berarti adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian dan profesional berarti orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi . Kelompok profesional merupakan kelompok yang berkeahlian yang berkualitas dan berstandar tinggi yang dalam penerapan keahlian tersebut hanya dapat dikontrol dan dinilai dari dalam kelompok itu sendiri  melalui teman seprofesinya oleh karena itu dibutuhkan etika profesi untuk mengatur penggunaan keahliannya tersebut . Selain itu Etika profesi  dibuat untuk menjaga kehormatan dan martabat profesi, selain itu juga melindungi masyarakat dari penyimpangan dan penyalahgunaan keaahlian.

Sumber : http://eprints.undip.ac.id/4907/1/Etika_Profesi.pdf

 

2. Apa tujuan dari proses pembelajaran etika profesi keteknikan!

Tujuan dari proses pembelajaran etika profesi keteknikan adalah kelompok profesional dapat bekerja sesuai dengan etika profesi yang berlaku sehingga tidak melakukan penyalahgunaan keahlian, karena hal ini menjaga martabatdan kehormatan kelompok profesi itu sendiri.

Sumber : http://eprints.undip.ac.id/4907/1/Etika_Profesi.pdf

 

3. Apa yang dimaksud dengan kode etik?

Jika dilihat dari asal katanya, etika berasal dari kata Yunani ethos yang berarti norma atau nilai atau kaidah-kaidah atau ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, dan kode berarti tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata atau tulisan yang disepakati untuk tujuan tertentu. Maka dapat disimpulkan bahwa kode etik berarti kumpulan nilai atau aturan yang disepakati oleh suatu kelompok tertentu sebagai batasan-batasan tingkah laku sehari dalam suatu masyarakat atau kelompok tersebut

Sumber : http://eprints.undip.ac.id/4907/1/Etika_Profesi.pdf

 

4. Jelaskan kode etik Insinyur (keteknikan) menurut ABET !

Kode etik insinyur menurut ABET dibagi menjadi dua bagian yaitu berdasarkan prinsip dan berdasarkan sikap. Berikut ini Kode Etik Insinyur menurut ABET

Kode etik menurut ABET berdasarkan prinsip dibagi menjadi 4 yaitu :

  1. Seorang insinyur harus menggunakan pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.
  2. Seorang insinyur harus dapat bersikap jujur dan tidak memihak, dan melayani dengan kesetiaan masyarakat, pengusaha dan klien dalam melaksanakan profesinya.

3. Seorang insinyur harus berusaha untuk meningkatkan kompetensi dari profesi teknik yang mereka dalami

4.  Seorang insinyur harus mendukung masyarakat profesional dan teknis melalui disiplin ilmu yang mereka miliki.

Kode etik menurut ABET berdasarkan sikap dibagi menjadi 7 yaitu :

1.  Insinyur harus memperhatikan keselamatan, kesehatan serta  kesejahteraan masyarakat dalam melaksanakan tugas profesional mereka.

2. Seorang Insinyur hanya boleh melakukan pelayanan di bidang yang mereka kuasai.

3. Seorang Insinyur harus mengeluarkan pernyataan yang objektif dan benar kepada publik.

4. Insinyur harus bertindak profesional dalam setiap pekerjaannya untuk menghindari konflik kepentingan.

5. Insinyur tidak boleh bersaing secara tidak adil dengan pihak lain dan  membangun reputasi profesional dengan jasa layanan  dalam pekerjaannya.

6.  Seorang insinyur harus bertindak sedemikian rupa untuk menjaga dan meningkatkan kehormatan, integritas dan martabat profesi.

7.  Insinyur mengembangan kemampuan mereka sepanjang karir mereka dan  memberikan kesempatan insinyur di bawah pengawasan mereka untuk mengembangkan kemampuan mereka.

 

Sumber : http://wadsworth.com/philosophy_d/templates/student_resources/0534605796_harris/cases/Codes/abet.htm