Penegakan HAM di Indonesia

hak asasi manusia (HAM) secara tegas di atur dalam Undang Undang No. 39 tahun 1999 pasal 2 tentang asas-asas dasar yang menyatakan “Negara Republik Indonesia mengakui dan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia sebagai hak yang secara kodrati melekat pada dan tidak terpisahkan dari manusia, yang harus dilindungi, dihormati, dan ditegakkan demi peningkatan martabat kemanusiaan, kesejahteraan, kebahagiaan, dan kecerdasan serta keadilan.” Tetapi berbagai kasus pelanggaran HAM tetap banyak terjadi di Indonesia. Kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia sudah ada mulai dari kasus G30SPKI, kasus Timor-Timur, kasus kerusuhan Mei ’98, dan banyak lagi kasus-kasus yang lainnya. Kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia yang baru-baru in terjadi adalah kasus kebebasan beragama. Kebebasan beragama merupakan salah satu masalah yang tak ada habisnya di Indonesia. Kasus pengerusakan gereja adalah hal dahulu marak terjadi sampai sekarang, gereja dirusak dengan berbagai alasan. Berikut ini contoh pengerusakan Gereja Katolik Santo Albertus. Berita ini dikutip dari (http://jephman.wordpress.com/category/gereja-dianiaya/page/2/) yang berisi ”Massa yang terdiri dari ratusan orang mulai dari anak-anak hingga orangtua termasuk ibu-ibu menyambangi Gereja Katolik Santo Albertus, Harapan Indah kemudian merusak serta membakar fasilitas gereja. Massa merusak Gereja Santo Albertus yang masih dalam proses pembangunan di Jalan Boulevard Raya Kav 23 Kompleks Harapan Indah, Bekasi Barat, Jawa Barat pada Kamis malam (17/12/2009) dan masih banyak kasus-kasus serupa yang lainnya.

Selain kasus kebebasan beragama, ada juga kasus-kasus lain seperti kasusn yang dialami Yawan Wayeni di Papua. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Papua menyatakan kasus Yawan Wayeni masuk dalam kategori pelanggaran HAM berat. Video yang memperlihatkan kematian Yawan Wayeni, beredar di internet dengan durasi 3.18 menit. Yawan Wayeni adalah anggota tim 100 yang menyerukan kemerdekaan Papua di depan istana presiden tahun 1999. Wayeni bergabung dengan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua – Yapen Waropen meski tidak lagi aktif setelah terbentuknya Dewan Adat Papua. “Kasus ini sebenarnya sudah diulas oleh Komnas HAM Papua, kami juga sudah memberi rekomendasi pada polisi, kami tidak tahu apakah polisi menyidiknya kembali atau tidak, tapi kasus ini telah memperlihatkan pada kita bahwa telah terjadi pelanggaran HAM berat di Papua,” kata Ketua Komnas HAM Papua Jules Assa Ongge, Sabtu (7/8/10). (dikutip dari :http://dkinsufa.info/home/index.php?option=com_content&view=article&id=220:kasus-yawan-wayeni-pelanggaran-ham-berat&catid=1:terbaru&Itemid=107&lang=in)

meskipun masih banyak kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia, Pemerintah dan masyarakat masih terus berusaha menegakan HAM di Indonesia dengan didirikannya berbagai macam organisasi dan komite-komite yang bergerak dalam bidang penegakan hak asasi manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s